Wayang Klitik Wonosoco: Jejak Sejarah, Makna Budaya, Dan Arah Pelestarian Seni Pertunjukan Tradisional Kudus
Keywords:
Identitas Budaya, Kabupaten Kudus, Kearifan Lokal, Pelestarian Budaya, Wayang KlitikAbstract
Wayang Klitik Wonosoco merupakan seni pertunjukan wayang kayu yang terkait dengan ritual bersih sendang di Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik, jejak perkembangan, makna budaya, dan arah pelestariannya. Penelitian menggunakan studi pustaka deskriptif-kualitatif dengan lima sumber khusus Wonosoco sebagai bukti inti dan literatur pewayangan lain sebagai konteks pembanding. Analisis dilakukan melalui ekstraksi informasi, pengelompokan tematik, perbandingan antarsumber, dan penilaian batas bukti. Hasil kajian menunjukkan bahwa ciri visual Wayang Klitik terdapat pada bahan kayu pipih, bentuk wajah, warna, aksesori, serta sikap tubuh tokoh. Pertunjukannya menjalankan fungsi personal, sosial-ritual, dan fisik-praktis; adaptasi struktur pementasan dari tradisi Kasunanan Surakarta memperlihatkan bahwa keberlanjutan budaya berlangsung melalui kesinambungan sekaligus perubahan. Bukti khusus Wonosoco mendukung keterbatasan frekuensi pementasan tahunan, tetapi belum cukup untuk menyimpulkan krisis regenerasi atau penurunan minat generasi muda. Pelestarian disarankan dimulai dengan inventarisasi pelaku dan dokumentasi berbasis persetujuan komunitas, dilanjutkan transmisi pengetahuan, penguatan kelembagaan, serta promosi yang membedakan ranah sakral dan publik. Pemerintah Kabupaten Kudus perlu menempatkan komunitas sebagai pemilik tradisi dan menggunakan indikator terukur dalam setiap program.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ekspos

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


