Caping Kalo Sebagai Representasi Identitas Kultural Dalam Konstruksi Busana Adat Masyarakat Kudus
Keywords:
Busana Adat, Caping Kalo, Gusjigang, Identitas Kultural, Pelestarian BudayaAbstract
Caping Kalo merupakan bagian khas busana adat perempuan Kudus yang mempertemukan budaya material, identitas saudagar, dan nilai Gusjigang. Kajian terdahulu lebih banyak mendeskripsikan bentuk, sejarah, atau busana adat Kudus secara umum; belum banyak yang menata hubungan antara karakter visual Caping Kalo, produksi makna, dan agenda pelestarian daerah dalam satu kerangka analitis. Penelitian ini bertujuan menjelaskan karakter material dan transformasi fungsi Caping Kalo, menafsirkan representasi identitas kulturalnya, serta merumuskan implikasi kebijakan pelestarian. Penelitian menggunakan studi pustaka deskriptif-kualitatif dengan analisis tematik dan semiotika Roland Barthes pada tingkat denotasi, konotasi, dan mitos. Literatur menunjukkan bahwa bentuk bulat-pipih, anyaman halus, dan pemakaian dalam busana adat membedakan Caping Kalo dari caping agraris. Pada tingkat konotatif, artefak ini dihubungkan dengan kesantunan, ketekunan, religiositas, dan kemapanan saudagar; pada tingkat mitos, ia membangun citra perempuan Kudus yang memadukan etos dagang dan moralitas santri. Namun, sebagian klaim teknis, jumlah pengrajin, serta unsur akulturasi tertentu belum didukung bukti yang memadai. Pelestarian disarankan diawali dengan inventarisasi, dokumentasi berbasis persetujuan komunitas, regenerasi keterampilan, dan promosi yang menjaga otentisitas.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ekspos

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


