Analisis Kelayakan Pengembangan Waste to Energy (WtE) pada Kabupaten Kudus
Keywords:
Kabupaten Kudus, Kebijakan Lingkungan, Pengelolaan Sampah Daerah, PSELAbstract
Peningkatan timbulan sampah perkotaan menjadi tantangan serius bagi Kabupaten Kudus seiring pertumbuhan penduduk, aktivitas ekonomi, dan perubahan pola konsumsi masyarakat. Timbulan sampah mencapai sekitar 464 ton per hari, sementara sistem pengelolaan yang ada masih didominasi pola collect–transport–dump sehingga memberikan tekanan besar terhadap kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanjungrejo. Kondisi ini mendorong perlunya transformasi menuju sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan melalui penerapan teknologi Waste to Energy (WtE). Penelitian ini bertujuan menganalisis kelayakan pengembangan WtE di Kabupaten Kudus sebagai solusi pengurangan beban TPA sekaligus penyediaan energi terbarukan. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-analitis berbasis data sekunder dari dokumen perencanaan daerah, laporan teknis, regulasi nasional, dan literatur ilmiah. Analisis dilakukan dengan meninjau aspek teknis, ekonomi, kelembagaan, dan logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WtE berpotensi dikembangkan di Kabupaten Kudus, terutama melalui skema regional untuk memenuhi kebutuhan bahan baku minimal 1.000 ton per hari. Dari aspek ekonomi, proyek dinilai layak karena didukung kebijakan feed-in tariff listrik dari PSEL. Namun, implementasinya memerlukan penguatan kelembagaan, kesiapan logistik, peningkatan pemilahan sampah di sumber, serta kerja sama lintas daerah yang berkelanjutan
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ekspos

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


