Desa Wisata Berbasis Kearifan Lokal
Peluang dan Tantangan Sosial dalam Konteks Pembangunan Daerah Kudus
Keywords:
Desa Wisata, Kearifan Lokal, Kudus, Modal Sosial, Pembangunan BerkelanjutanAbstract
Pengembangan desa wisata menjadi salah satu strategi pembangunan partisipatif yang mengedepankan potensi lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kabupaten Kudus memiliki kekayaan kearifan lokal dan modal sosial yang potensial untuk dikembangkan sebagai basis pembangunan desa wisata. Artikel ini bertujuan untuk menelaah berbagai literatur yang membahas peran kearifan lokal dan modal sosial dalam pembangunan desa wisata serta mengkaji peluang dan tantangan implementasinya dalam konteks kebijakan pembangunan daerah Kabupaten Kudus. Metode yang digunakan adalah kajian literatur (literature review) dengan pendekatan naratif, mencakup analisis atas jurnal ilmiah, dokumen kebijakan (termasuk RPJMD Kabupaten Kudus 2025–2029), dan laporan studi kasus desa wisata berbasis budaya. Hasil kajian menunjukkan bahwa kearifan lokal—berupa nilai adat, tradisi spiritual, dan kesenian daerah—berperan sebagai pengikat sosial sekaligus daya tarik wisata yang unik. Modal sosial seperti gotong royong, kepemimpinan informal, dan jejaring lokal memperkuat struktur komunitas dalam menjalankan program desa wisata secara berkelanjutan. Di sisi lain, terdapat tantangan berupa rendahnya kapasitas kelembagaan desa, belum optimalnya regulasi wisata berbasis budaya, dan risiko komersialisasi nilai tradisional. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan pembangunan yang responsif terhadap konteks sosial budaya serta kolaborasi antara pemerintah, komunitas lokal, dan akademisi dalam merancang model desa wisata berbasis kearifan lokal di Kudus.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Ekspos

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


