Hubungan Tingkat Kemiskinan dan Angka Putus Sekolah Anak di Kabupaten Kudus: Studi Kuantitatif tentang Ketimpangan Akses Pendidikan Dasar
Keywords:
Kebijakan Sosial, Ketimpangan Spasial, Pendidikan Anak, Putus Sekolah, KudusAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat kemiskinan dan angka putus sekolah pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Kudus dengan pendekatan kuantitatif-spasial. Berdasarkan data sembilan kecamatan tahun 2024, dilakukan uji korelasi Pearson dan regresi linier sederhana untuk mengukur kekuatan dan kontribusi hubungan antarvariabel. Hasil menunjukkan korelasi positif signifikan antara kemiskinan dan putus sekolah (r = 0,71; p < 0,05), serta 50,2% variasi angka putus sekolah dapat dijelaskan oleh tingkat kemiskinan antarwilayah (R² = 0,502). Temuan ini menunjukkan bahwa ketimpangan pendidikan bukan hanya akibat kondisi rumah tangga, tetapi juga refleksi dari distribusi spasial kemiskinan, infrastruktur pendidikan, dan efektivitas intervensi sosial. Wilayah perbatasan seperti Dawe dan Undaan mengalami tingkat kemiskinan dan putus sekolah tertinggi, serta kesenjangan layanan pendidikan formal. Penelitian ini mengungkap keterbatasan program afirmatif nasional seperti PIP dan PKH yang belum responsif terhadap risiko spasial lokal. Pendekatan spasial berbasis data terbukti krusial untuk perencanaan pendidikan yang inklusif dan adil. Dengan demikian, studi ini menawarkan kontribusi teoritis dan praktis dalam desain kebijakan perlindungan pendidikan anak berbasis wilayah.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Ekspos

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


