Sego Pindang Kerbau Kudus Sebagai Geo-Cultural Heritage Berbasis Kearifan Lokal
Keywords:
Geo-Cultural Heritage, Geofood, Kearifan Lokal, Kuliner Tradisional, Sego PindangAbstract
Sego Pindang merupakan kuliner khas Kudus yang menghubungkan bahan pangan, teknik memasak, narasi toleransi Sunan Kudus, dan identitas daerah. Penelitian ini bertujuan menganalisis kedudukannya melalui perspektif geo-cultural heritage dan merumuskan implikasi pelestarian bagi Kabupaten Kudus. Penelitian menggunakan studi pustaka kualitatif dengan parameter nilai budaya, sejarah, lingkungan, serta implikasi kebijakan pelestarian. Hasil telaah menunjukkan bahwa Sego Pindang memiliki karakter budaya melalui resep dan penyajian yang dikenali sebagai khas Kudus; nilai sejarah melalui narasi penggunaan daging kerbau dalam penghormatan terhadap pemeluk Hindu; serta relevansi lingkungan melalui hubungan potensial antara pangan, bentang wilayah, dan jaringan pasokan, termasuk indikasi awal dari tren populasi ternak kerbau lokal, yang keseluruhannya masih memerlukan penelusuran rantai pasok lebih lanjut. Implikasi pelestarian diarahkan pada dokumentasi warisan, inventarisasi pelaku, serta penguatan interpretasi wisata berbasis budaya. Sego Pindang bukan geoheritage dalam pengertian objek geologi, tetapi dapat diinterpretasikan sebagai geofood atau geoproduct apabila keterkaitan bahan, tempat, pengetahuan, dan komunitas dibuktikan. Pelestarian disarankan dimulai melalui inventarisasi pelaku, dokumentasi resep, penelusuran pasokan, verifikasi status Warisan Budaya Takbenda, dan pengembangan wisata edukatif berbasis persetujuan komunitas.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ekspos

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


